Sazila Karina Rahman. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

The Click Five - Happy Birthday lyric

Maybe i'm just a loser girl in this world because i couldn't say "happy birthday" to you. I'm so afraid if you know that i'm fallin love with you, you'll leave me and you always thinking that we just a friend .. Sorry i didn't say anything when your birthday was coming but let me showed this music for you "The Click Five - Happy Birthday"
i wish you like it boy and happy birthday to you :)

"The Click Five - Happy Birthday"

Hey you
I know I'm in the wrong
Time flies
When you're having fun
You wake up
Another year is gone
You're twenty-one

I guess you wanna know
Why I'm on the phone
It's been a day or so
I know it's kinda late
But happy birthday

Yeah yeah whoa oh
I know you hate me
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday

So hard
When you're far away
It's lame but I forgot the date
I won't make the same mistake
I'm so to blame

Now you know
Don't hang up the phone
I wish I was at home
I know it's way too late
But happy birthday

Yeah yeah whoa oh
I know you hate me
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday

It's not that I don't care
You know I'll make it up to you
If I could I'd be there

Yeah yeah whoa oh
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday

Yeah yeah whoa oh
I know you hate me
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday
To you

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak SMA (Masa Putih - Abu Abu)


Aku masih mengingat dengan jelas kejadian konyol sewaktu di SMA bersama temanku Margi, Wita dan Era. Semula berawal ketika sekolah kami akan mengadakan system moving class (kelas berpindah) kami berempat merasa shock mendengar kabar yang belum pasti tersebut, lalu kami menyusun taktik strategi politik hmm ...Taktik ini akan dilaksanakan menjelang masuk sekolah kembali yaitu hari senin dimana para siswa memperebutkan kursi paling depan, mengingat kami berempat akan memasuki kelas 12, yaitu kelas penentuan akhir dengan nilai UN "kalau ga duduk didepan nanti bisa ga ngerti yang dijelasin guru" kurang lebih begitulah prinsip kami ingin duduk didepan.
Hari masuk kembali kesekolah telah tiba bertepatan hari senin, aku lupa tanggal berapa itu. Taktik politik yang kami susun pada hari sebelumnya sudah kami genggam erat dihati masing-masing dan siap menggenggam tugas sampai mati.

Hmm taktik ini berisi siasat penting seperti, Wita dan Margi harus berangkat kesekolah sekitar pukul 04.30 pagi, untuk mengambil posisi tempat duduk yang di inginkan, karna rumah wita dan margi berjauhan maka dari itu wita diharuskan menginap dirumah margi untuk mengurangi waktu yang terbuang selama diperjalanan.

Pada waktu yang bersamaan Era berangkat dari rumahnya menuju rumahku, sekitar pukul 05.00 pagi, aku dan Era berangkat dari rumahku menuju sekolah. Saat kami berangkat udara berhembus disekujur tubuhku terasa begitu dingin, jalanan masih gelap sehingga diperlukannya lampu motor untuk menerangi jalan, tak lama azan subuh berbunyi sambil bersahutan dengan kokok ayam, aku dan era tetap memacu motor dengan hati-hati menyusuri jalan nan gelap.

Sesampainya disekolah aku melihat pagar sekolah masih terkunci rapat bukan karna aku datang terlambat melainkan sekolah belum dibuka untuk umum, hari masih gelap dan udara semakin tak bersahabat.

Tak lama aku dan Era bertemu dengan Wita dan Margi, ternyata mereka lebih dulu datang kesekolah, tanpa pikir panjang aku menelpon penjaga sekolah dan memintanya untuk membukakan pagar.

Setelah pagar terbuka kami dengan santainya memasuki sekolah yang masih gelap gulita, langit belum menampakkan mataharinya, lalu kami berempat perlahan pasti memasuki ruang kelas yaitu kelas 12 Alam 1 itu adalah kelas kami.

Saatku memasuki ruang itu, wita menyalakan lampu neon yang membuat mataku menjadi perih. Aku melirik ke arah jam tangan waktu sudah menunjukkan pukul 05.15 dan aku berniat untuk sholat subuh tapi tiba-tiba saja pikiranku teralihkan oleh kata-kata "moving class" dari mulut Margi.

Margi : emang kita ini bener jadi moving class?
Era : coba donk tanya sama guru lain?
Margi : my twin (wita), kamu coba tanya sama guru lain?
Wita : tanya sama siapa, aku juga ga tau nomer guru?
Aku : sama pak Fadli aja, aku tahu rumah beliau! Er temeni aku kerumah beliau ya
Era : iya!

Aku dan Era pun meninggalkan sekolah, Wita dan Margi tetap tinggal disekolah untuk menjagakan tempat duduk. Aku di bonceng Era dengan sepeda motor beatnya menuju rumah pak Fadli, sesampainya di daerah rumah beliau, aku mengetok salah satu rumah yang ku yakini itu rumah beliau.

Aku : Assalamualaikum
seorang laki-laki sekitar anak kuliahan keluar membukakan pintu
laki-laki : walaikum salam, ada apa? (setengah terkejut)

mungkin laki-laki ini terkejut melihat 2 anak SMA berpakaian seragam putih-abu abu lengkap berdiri didepan rumahnya pada waktu yang masih terbilang SUBUH dan hari masih gelap.

Aku : maaf mengganggu bapaknya ada?
laki-laki : bapak?
Aku : iya bapaknya ada?
laki-laki : maaf kamu cari siapa ya?
Aku : ini rumahnya pak Fadli bukan?
laki-laki : oh bukan rumah pak Fadli sebelah situ mbak
Aku : maaf mas salah rumah ternyata, heddeh --"
laki-laki : iya (lalu menutup pintu rumah)

Sambil menahan malu kami langsung menuju rumah pak Fadli. Sesampainya didepan rumah beliau, aku mengetuk pintu rumahnya lama sekali mereka belum juga membukakannya, aku bisa melihat kedalam rumahnya dari kaca pintu, terlihat istri beliau sedang menyiapakan sarapan pagi dan anak beliau Fuad sedang menyantab sarapan itu serta adiknya pun masih tertidur di atas kasur hmm .. Fuad sendiri adalah teman satu angkatan aku dan Era tapi kami tidak satu kelas, setelah lama menunggu akhirnya istri beliau membukakan pintu dan setengah terkaget melihat pakaian kami yang berbaju putih-abu abu lengkap.

Istri : ada apa ya?
Aku : pak Fadlinya ada?
Istri : wah bapaknya masih memimpin sholat dilanggar
Aku : oh biar kami tunggu bapaknya saja bu

Entah mengapa aku jadi teringat kalau aku belum sholat subuh padahal sewaktu disekolah tadi aku ingin melaksanakannya tapi tiba-tiba saja terlupakan, hati ini berkeinginan lagi untuk melaksanakannya tapi waktu sholat subuhnya sudah berakhir tak lama kemudian pak Fadli datang dan langsung menemui kami.


Pak Fadli : ada apa?
Aku : ini pak kami mau tanya, apa benar sekolah kita mengadakan system moving class
Pa Fadli : iya benar
Aku : nah mengingat kami sudah kelas 12 jadi kami datang sepagi ini cuma ingin duduk didepan

Pak Fadli : tapi kalian tidak selamanya bisa duduk didepan, kan kelas berpindah otomatis posisi duduknya pun berpindah-pindah.

Aku : makasih infonya pak, kami permisi dulu assalamualaikum
Pak Fadli : walaikumsalam

Setelah itu kami meinggalkan rumah beliau. Pada saat dijalan sekitar pukul 06.45 pagi, tiba-tiba Shela menelpon Era. Shela ini adalah temanku satu kelas dikelas 12 Alam 1 juga. Waktu itu aku lupa apa saja yang dibicarakan mereka berdua ditelepon, lalu tiba-tiba Era memberikan hpnya ke aku untuk berbicara dengan Shela.

Aku : apa Shel?
Shela : Saz, aku boleh duduk dibelakang wita sama margi ga?
Aku : nah Shel aku sama Era sudah duluan disitu! kalau duduk dibelakang, Era bisa ga ngeliat papan tulis maklumlah diakan pakai kacamata

Shela : oh ya deh aku duduk dibelakangmu aja, jagain ya saz
Aku : InsyaAllah

Sesampainya disekolah, aku melihat matahari sudah terbit di timur dan sedikit demi sedikit siswa mulai berdatangan hmm .. aku melihat adik-adik kelas 10 yang baru diterima disekolahku seolah mengingatkanku masa-masa ku kelas 10 dulu, tapi sekarang aku berada dikelas akhir kelas 12 dan masa putih-abu abu ini sebentar lagi akan berakhir pikirku sejenak.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 saatnya upacara bendera yang wajib dilaksanakan setiap sekolah, para siswa berhamburan di lapangan sekolah untuk berbaris sesuai kelasnya masing-masing, memang namanya manusia tidak mudah diatur, sekian lama mengikuti upacara bendera tetap saja para siswa masih perlu diatur, proses ini memakan 15 menit sebelum upacara dan yang mengatur baris berbaris ini pun seorang guru populer di sekolahku beliau adalah ibu Katrin, salah satu guru pengajar bahasa Jerman, guru ini juga terkenal dengan ketegasannya dalam mengatur murid, banyak murid tak berkutik ketika beliau mulai berbicara hmm .. saat disekolah ada kesan-kesan yang tak terlupakan bersama ibu Katrin, aku pernah dihukum beliau yaitu hormat dibawah tiang bendera karna telat datang dan tidak mengikuti upacara bendera disekolah tapi aku malah kelayapan dan nongkrong di warung depan sekolah bukan cuma aku yang seperti itu siswa-siswa lainnya juga ada seperti itu dan malahan dari kelasku ada 3 orang kena hukuman hormat dibawah tiang bendera sama seperti aku. Selain itu aku juga pernah 2 kali tak diizinkan masuk keruang kelas sekitar 20 menit gara-gara telat kesekolah hmm .. pengalaman yang AMAZING banget :*

Setelah hari ini berlanjut hari esok, lusa dan seterusnya. Tak terasa tibalah hari PERPISAHAN, perpisahan antar sesama kawan, guru dan lingkungan sekolah yang dikenal sejak awal MOS (Masa Orientasi Siswa). Perpisahanku dengan Margi, Era, Diara, Emil, Leni dan Wita serta kawan-kawan lainnya, cukup membuatku bersedih kawan yang selama ini membuatku jengkel, tapi sekarang entah dimana batang hidungnya, entah dimana kehadiran mereka dan tentunya siapa lagi yang akan membuatku jengkel?.

Hai kawan ingatlah masa SMA kita, masa kita masih bersama-sama, masa kita mengenal jati diri dan masa kita menemukan kawan sejati. Ku harap persahabatan kita akan abadi selamanya. Salamku " Sazila, your bestfriend" :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tradisi Jepang

Ada seorang kerabat dekat bercerita tentang suatu tradisi dari negara hebat di asia, tradisi yang dimaksud berasal dari negara jepang, memang agak mengerikan ceritanya tapi itulah tradisi yang mana dianggap benar, turun-temurun dan sebagai ciri khas dari suatu daerah ataupun dari suatu negara.

Ia menceritakan bahwa di jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orangtua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, karena si ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampainya didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena dia tidak menyangka tega melakukan perbuataan ini terhadap ibunya. Justru si ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata  "Anakku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah."

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihaninya sampai ibunya meninggal :'(

Note : "Orang Tua" bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya.
karna pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya "Orang Tua" yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. "Orang Tua" kita tidak penah meninggalkan kita, bagaimana keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun "Orang Tua" kita akan tetap mengasihani kita.

Mulai sekarang mari kita lebih mengasihani "Orang Tua" kita selagi mereka masih hidup :')

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS